Pages

Kamis, 18 November 2010

Not Important

Jengah kurasa..
Sudah beberapa jam sejak kuputuskan melek di depan laptop untuk memulai editing buletin fakultas yang diamanahkan padaku.. Tapi rasanya seperti sia-sia. Aku hanya menyelesaikan cover depan yang kuanggap hasilnya buruk. Dan juga menulis kata pengantar yang menurutku asal-asalan.

Entah sudah berapa kali repeat beberapa lagu dari bondan prakoso dan linkin park terdengar dari headset yang kupasang. Lagu-lagu yang kuanggap sebagai penyemangat diri dalam perjuangan menegakkan revolusi yang begitu panjang dan kadang melelahkan.

Huff.. Betapa menyedihkannya, ketika aku mulai merasa aktivitas ini seperti rutinitas biasa saja. Perjalanan ini seperti menapaki jembatan panjang yang tak berujung dan takkan membawa hasil. Dan di saat seperti ini aku berkata kasar kepada diriku sendiri. Apakah kau sudah melupakan apa yang dijanjikan oleh-Nya?

Dan sisi lain diriku menjawab lugas: jelas tidak!!!

Lalu kenapa engkau merasa jengah?
Sejenak kurenungkan apa saja yang sudah ku korbankan untuk perjuangan ini. Ternyata belum begitu banyak yang berharga. Kemudian ku muhasabahi diri, apakah revolusi yang sering ku umbar sudah ku terapkan pada diriku sendiri? Ah, tak semuanya! Betapa banyak maksiat yang kulakukan dan perintah-Nya yang kuindahkan?

Pantas saja aku merasa hampa. Sebab aku masih terlalu jauh dari-Nya. Aku masih tak merasa bahwa Dia lebih dekat dari nadi di leherku. Ya. Sesungguhnya Dia sedari dulu sudah berada di sana, hanya saja, sekali lagi aku yang tak merasakannya...

Ya Rabb, kesalahanku, kebodohanku.. ampunilah..

'I'm swimming in the smoke
for bridges i have burned
so don't apologize,
i'm loosing what i don't deserve.
What i don't deserve..'

0 komentar:

Posting Komentar

.