Pages

Sabtu, 30 April 2016

KEBERANIAN SEORANG LELAKI

Malam itu, seorang pasien membuyarkan kantukku. Seorang anak yang tampak begitu pucat, diantarkan oleh serombongan keluarganya. Dari keadaannya aku tahu tingkat keparahan penyakitnya, namun dari gurat wajahnya aku paham akan derajat ketabahannya.
“Kata dokter ortopedi, sekitar satu tahun lalu, ia divonis menderita kanker tulang.” Bapaknya memberitahuku. “Dan kakinya harus diamputasi, tapi ia tidak mau.” Osteosarkoma, sepertinya adalah keganasan yangmenggerogoti tulang pahanya. Amputasi tentu saja adalah upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawanya, kaki palsu mungkin dapat membantu nanti. Tapi keputusan adalah hak prerogatif pasien. Anak itu berumur 15 tahun. Aku paham bagaimana perasaannya tentang masa depannya.
Saat itu di hadapanku terbaring seorang anak yang kankernya semakin parah, benjolan yang diameternya hampir setengah meter menggerogoti pahanya, bernanah dan berdarah-darah. Anak itu tampak sesak, saturasi oksigennya turun, ia tampak kepayahan.
“Sepertinya sel kankernya sudah menyebar ke paru-paru,” ucapku lirih kepada bapaknya. Sang ayah menghela nafas, dan berujar “Kami sudah siap dok untuk kemungkinan terburuk. Hanya saja, sebenarnya keinginan anak itu untuk bertahan hidup, rasa optimisnya sangat besar..” Beliau lalu menceritakan tentang kegigihan sang anak yang lebih memilih kemoterapi, namun karena keterbatasan biaya dilanjutkan dengan obat-obatan herbal, demi mendapat kesembuhan.
Aku menghampiri anak itu yang tampak terengah-engah, dan bertanya –yang lebih kepada pertanyaan retoris, “pahanya sakit, dek?” Aku sedikit terkejut saat ia menjawab, “Nggak, ini sama aja seperti kaki yang sebelumnya, cuma terasa lebih berat aja karena ada benjolan ini.” Aku terdiam sejenak, lalu melanjutkan anamnesis singkat. Setelah aku beranjak aku melihat adik perempuannya –mungkin sekitar 10 tahunan- menghampirinya, mengajaknya bercengkerama. Sang kakak tersenyum, seakan-akan ia tak pernah merasa sakit, seakan ia ingin meyakinkan adiknya bahwa ia baik-baik saja.
Sebagai tenaga medis mungkin kita bisa menganggap sikap mengabaikan saran dokter untuk pengobatan rasional adalah semacam sikap yang bodoh. Apalagi jika pasien lebih memilih terapi alternatif yang kata kita masih belum jelas evident base nya.
Namun aku lebih menganggap keputusan anak ini lebih merupakan keberanian ketimbang kebodohan. Pilihan yang diambilnya, se-irasional apapun menurut seorang dokter, tetaplah pilihan seorang pasien dan kita harus menghormatinya.
Malam itu aku telah menaruh hormat pada seorang pasien, satu hari sebelum hari ulang tahunnya. Usianya memang belum cukup untuk dibilang dewasa, namun aku menganggapnya sebagai pria sejati, sebab ia telah berani mengambil keputusan penting dalam hidupnya, dan menghadapi semua risiko pilihannya itu dengan mental baja.

Rabu, 09 Desember 2015

Anatomi Klinis Bidang Muskuloskeletal: Seri Ekstremitas Atas


Pemesanan: 089620981924 (SMS/Whatsapp)

Rabu, 22 Juli 2015

The True Separatist


Ada segelintir kaum muslim yang begitu mencibir orang-orang yang memperjuangkan penerapan hukum-hukum Allah. Menuduh mengancam kesatuan bangsa, memecah belah, anti toleransi dan kalimat pamungkasnya: kalau mau mendirikan negara Islam silakan pergi ke Arab sana. Padahal yang memperjuangkan negara Islam ini ada yang konsisten tanpa menggunakan kekerasan, selalu peduli dengan permasalahan bangsa termasuk selalu berusaha dan bersuara memperingatkan, mencegah separatisme.
Sayangnya, ketika organisasi macam GIDI bercokol di Indonesia mereka toh biasa-biasa saja. GIDI ini berkaitan dengan usaha separatisme Papua, dan begitu arogan sehingga mereka bikin aturan beribadah sendiri seakan-akan posisi mereka lebih tinggi di atas konstitusi. Di daerah dimana mereka mayoritas, agama lain, bahkan sekte agama kristen lain tidak boleh menjalankan ibadah dengan bebas sesuai keyakinan. Kelompok kristen radikal, separatis, anti toleransi ini bukankah jelas mengancam NKRI?
Bahkan ketika insiden pembakaran masjid oleh jemaat GIDI di Tolikara terjadi, segelintir muslim ini malah mengaburkan pandangan umat Islam. Mereka mengutip media-media sekuler liberal dengan dalih sebagai pembanding, menghimbau agar umat Islam jangan terprovokasi, dan sebagainya. Mereka ini sebenarnya berada di pihak mana sih?
Tidak ada kalimat sinis yang sering mereka lontarkan kepada sesama muslim sendiri, semacam 'kalo anda merasa paling benar, merasa cuma agamanya sendiri yang harus dijadikan undang-undang, lebih baik anda keluar dari Indonesyahh!' yang ditujukan buat GIDI.
Oke tentu saja status ini bukan pembenaran kita untuk berlaku sinis-sinisan. Tapi cuma mempertanyakan, begitu sulitkah bagi segelintir orang ini berbuat adil, bahkan kepada saudara muslimnya sendiri?

Selasa, 21 Juli 2015

Konsep Dasar Perbaikan Luka

Bagaimana teknik menjahit luka yang benar? Kapan luka harus dijahit? Apa pilihan teknik yang tepat dalam menjahit luka? Apa saja jenis benang yang sering digunakan dalam menjahit luka? Kapan benang jahit harus dilepas? Apa saja faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka setelah dijahit? Semoga pemaparan berikut dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Artikel ini adalah terjemahan dari Bab Basic Concepts in Wound Repair dalam buku Practical Plastic Surgery yang ditulis oleh Zol B Kryger dan Mark Sisco.

Rabu, 01 Juli 2015

Keabsahan Sejarah Boedi Oetomo

Ahmad Mansur Suryanegara adalah seorang sejarawan Indonesia yang diakui. Karyanya yang mungkin juga adalah magnum opus-nya, "Api Sejarah" sepertinya merupakan bacaan wajib bagi mereka yang ingin mengkaji secara mendalam, atau sekedar pemuas dahaga bagi penikmat dan pecinta sejarah negeri ini. Saya sendiri belum pernah membacanya, saat ini sedang mencarinya. Kalimat sebelumnya hanya kesimpulan saya sendiri setelah membaca beberapa artikel yang merujuk pada buku tersebut sehingga pendapat saya ini mungkin bisa didiskusikan lagi secara lebih objektif bagi sesiapa yang sudah mengkhatamkannya.

Menarik wawancara terhadap Pak Ahmad yang dimuat hasilnya dalam sebuah media Islam (Tabloid Media Umat Edisi 150 1-14 Mei 2015). Beliau mengemukakan telah terjadi distorsi sejarah yang begitu parah di negeri ini, yang mengakibatkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada tanggal 20 Mei. Bertepatan dengan tanggal lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Sang sejarawan mengungkapkan bahwa sebenarnya organisasi tersebut malah menentang persatuan Indonesia dan menentang Islam. Bahkan pendirinya yang seorang dokter, Soetomo meyakini manusia adalah penjelmaan terakhir tuhan dan ia pun pernah berkata, "Jadi buat apa shalat?"

Sabtu, 20 Juni 2015

Mengenal MERS

Middle East respiratory syndrome (MERS) merupakan penyakit saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 2012 di Saudi Arabia. Baru-baru ini MERS telah mewabah di Korea Selatan. Bahkan di Thailand sudah dilaporkan adanya pasien yang tertular penyakit ini.

Sabtu, 30 Mei 2015

Buku "Berkah Berlimpah dengan Bisnis Properti Syariah"

Anda berminat menjadi pebisnis? Saat ini bisnis properti adalah bisnis yang menjanjikan. Namun ingat bahwa bagi seorang muslim, bisnis bukan hanya masalah untung rugi namun juga masalah surga dan neraka. Buku ini akan memberikan anda jawaban bagaimana berbisnis properti yang tidak melanggar rambu-rambu aturan Islam. Anda akan mendapatkan bagaimana tips berbisnis properti tanpa bank, tanpa riba, tanpa asuransi, tanpa akad bermasalah, tanpa tipu-tipu bahkan tanpa modal besar. Benarkah? Sudah banyak ternyata yang membuktikan.

Buku BERKAH BERLIMPAH DENGAN BISNIS PROPERTI SYARIAH ini digagas oleh Rosyid Aziz, developer properti syariah nasional yang sudah melanglang buana di seluruh Indonesia untuk memberikan workshop seputar masalah ini. Anda tentunya penasaran dan ingin mencoba bukan? Segera miliki bukunya, jika berminat silakan hubungi via WhatsApp/SMS/telpon ke 089620981924. Semoga ini menjadi langkah besar anda untuk menjadi pebisnis properti yang sukses dan berkah!


.